Frekuensi Normal Buang Air Kecil pada Bayi dan Penyebabnya

Anda bisa menggunakan popok kain atau pun popok biasa untuk mengatasi penggunaan celana karena bayi yang cenderung buang air kecil. Banyak produk popok berkualitas yang bisa Anda dapatkan di toko perlengkapan bayi orami.com. Anda juga semakin mudah mendapatkannya untuk wilayah jakarta karena tersedia Jakarta great online sale 2018.

Bagaimana Frekuensi Normal Buang Air Kecil pada Bayi?

Bayi dengan produksi dan frekuensi urin yang normal berkisar antara 1-2 ml/kg berat badan/jam. Misalnya berat bayi Anda adalah 6 kg, maka volume urine per hari yang dikeluarkan sekitar 144-288 ml. Jadi secara kasar disimpulkan bahwa bayi Anda akan mengalami buang air kecil (BAK) secara normal dengan frekuensi 4-6 kali sehari.

Jika usia bayi Anda 3 bulan maka akan lebih sering buang air kecil daripada bayi yang berusia di atas 3 bulan. Dari yang buang air kecil setiap jam seiring bertambahnya usia hingga 12 bulan maka bayi akan memiliki siklus buang air kecil setiap 2-3 jam.

Bagi bayi Anda yang berikan ASI eksklusif frekuensi buang air kecilnya bisa 10-20 kali dalam sehari untuk usia 0-4 bulan. Frekuensi akan menjadi 10-15 kali dalam sehari pada usia 5-6 bulan. Lalu akan menjadi 5-10 kali dalam sehari frekuensi buang air kecil jika bayi telah berusia 1 tahun.

Jika frekuensi buang air kecil bayi Anda tidak normal memiliki ciri-ciri yaitu dalam waktu 24 jam bayi hanya buang air kecil kurang dari 3 kali. Bayi Anda mengeluarkan urine yang berwarna pucat bahkan sampai mengandung darah dan bayi tampak kesakitan saat mengeluarkannya.

Faktor Penyebab yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil

  1. Pola makan yang terjadi pada bayi dan makanan yang dikonsumsinya. Jika bayi yang mengonsumsi ASI maka frekuensi buang air kecilnya lebih sedikit dibandingkan bayi dengan susu formula. Makanan pendamping ASI yang diberikan juga akan mempengaruhi frekuensi buang air kecil dan juga buang air besar.
  2. Kondisi kesehatan bayi seperti saat demam dengan suhu tinggi, diare, dan muntah.
  3. Kondisi cairan tubuh pada bayi jika dehidrasi bayi akan memiliki frekuensi buang air kecil lebih sedikit bahkan sangat jarang buang air kecil.
  4. Bayi memiliki penyakit yang terinfeksi bakteri ataupun virus sehingga mempengaruhi frekuensi buang air kecil yang menjadi lebih sering.

Jika bayi Anda telah mulai pandai berjalan Anda bisa mulai mengenalkannya pada toilet dan mulai melakukan toilet training. Kenalkan secara perlahan dengan membawanya ke toilet untuk mandi. Anda bisa membeli perlengkapan toilet training yang aman tanpa melukai bagian tubuhnya. Toilet training ini akan membuat anak Anda terlatih dalam buang air kecil di toilet.